Rabu, 06 Oktober 2021

hallooo... kali ini saya menulis terkait sejarah ilmu pengetahuan..., semoga membawa manfaat untuk pembaca... jangan lupa suport blog saya dengan mengikuti dan baca-baca tulisan saya .... terimakasih....

SEJARAH ILMU PENGETAHUAN
Filsafat ilmu yang menjawab beberapa pertanyaan mengenai hakekat ilmu bidang ini mempelajari dasar-dasar filsafat, asumsi dan implikasi dari ilmu yang termasuk didalamnya antara lain ilmu alam dan ilmu sosial, yang berkaitan juga dengan Epistimologi, Ontologi dan Axiologi. Filsafat ilmu berusaha menjelaskan masalah-masalah seperti: apa dan bagaimana suatu konsep dan pernyataan dapat disebut sebagai ilmiah, bagaimana konsep tersebut dilahirkan, bagaimana ilmu dapat menjelaskan, memperkirakan serta memanfaatkan alam melalui teknologi. cara menentukan validitas dari sebuah informasi, formulasi dan penggunaan metode ilmiah, macam-macam penalaran yang dapat digunakan untuk mendapatkan kesimpulan serta implikasi metode dan model ilmiah terhadap masyarakat dan terhadap ilmu pengetahuan itu sendiri.
Pernah membayangkan gak, apa jadinya dunia kalau simbol (?) tidak ada. Mungkin semua kemajuan ini tidak pernah ada, atau hal yang lebih parah mungkin juga kita masih hidup dihutan tanpa kemajuan. Jadi dari satu simbol (?) yang melahirkan ilmu-ilmu penting yang kita kenal sekarang. khusus manusia yang nasibnya mungkin jauh lebih baik diatas spesies mahkluk hidup lain. Dari mana ilmu pengetahuan berasal? Ilmu pengetahuan menjadi induk dari semua pelajaran yang ada disekolah maupun perguruan tinggi tempat kita belajar sekarang. yang didalam komponen semua jenis ilmu pengetahuan itu mengandung filsafat ilmu tentang cara berfikir yang mempengaruhi bagaimana kita menjalani hidup. maka penting bagi kita untuk terus mempelajari ilmu pengetahuan dari masa kemasa. Terjadinya perkembangan ilmu pengetahuan dari masa kemasa dipengaruhi oleh pola pikir manusia yang mengalami perubahan dari isu-isu atau mitos menjadi lebih rasional. Sehingga manusia menjadi aktif dan kreatif. Seperti menjadikan alam sebagai penelitian dan pengkajian dari segala bentuk-bentuk fenomena yang terjadi disekitar lingkungan. Berikut sejarah perkembangan ilmu pengetahuan dari masa ke masa :
1. Zaman Pra Sejarah / Purba atau Batu
Pada zaman ini pengetahuan bersifat praktis, yaitu pengetahuan yang memberi manfaat langsung terhadap manusia. secara umum dapat dinyatakan pengetahuan didapat dari pengalaman secara langsung yang nantinya dapat menjadi fakta. Contoh : alat berburu seperti kapak, tombak, ditemukan disekitar mereka dari tulang hewan atau batu.
2. Zaman Yunani Kuno
Pada masa ini lahirlah filsafat. Karena pada masa ini orang mempunyai kebebasan untuk mengungkapkan ide atau pendapatnya. Dianggap sebagai gudang ilmu dan filsafat karena bangsa mereka tidak mempercayai mitologi–mitologi, mereka juga tidak menerima pengetahuan baru dengan mentah-mentah begitu saja. Melainkan mereka menumbuhkan sikap untuk menyelidiki sesuatu secara kritis dan mendalam. Hal tersebut menjadi dasar ilmu pengetahuan modern saat ini. Tokoh pada zaman ini diantaranya, Thales (624-545 M) filsuf pertama yang mempertanyakan dasar alam (isi), Pythagoras (580 SM-500SM) dijuluki sebagai bapak bilangan, Socrates (469-399 SM) bapak sumber etika atau filsafat moral juga filsafat secara umum, Plato (427-347 SM) ide, hukum, teori musik hingga teori fisika dan fisiologi yang masih menghiasi dunia akademisi hingga saat ini. Dan Aristoteles (384-322 SM) metafisika, fisika, etika, politik, ilmu kedokteran dan ilmu alam, juga orang pertama yang mengumpulkan dan mengkalsifikasikan spesies biologi secara sitematis. Sedangkan pada politik yang ideal gabungan dari demokratis dan monarki.
3. Zaman Pertengahan / Keagamaan Teology
Pada zaman ini ilmu keagamaan mondominasi ilmu pengtahuan. Hampir semua ilmuan atau tokoh pada zaman ini adalah seorang ahli agama. Sehingga aktifitas ilmuan berkaitan dengan aktivitas keagamaan. Pada tahun 600-700 M menjadi masa kemajuan ilmu pengetahuan berada di peradapan islam, seperti dibidang ilmu kedokteran, sains (alam) yang memberi sumbangsi besar pada zaman pertengahan. Diantaranya ada menterjemahkan peninggalan bangsa yunani yang disebarluaskan kedunia barat. Memperluas pengetahuan dalam ilmu kedokteran, obat-obatan,
astronomi, ilmu kimia, serta sistem desimal dan dasar-dasar aljabar. Namun pada zaman ini para ilmuan menyebut sebagai abad atau zaman kegelapan.
Perkembangan ilmu pengetahuan yang sudah ada sejak zaman yunani romawi terhenti dieropa. Dan pada saat itu gereja merupakan otoritas tertinggi dimana segala bentuk kebenaran adalah hasil gereja. Dengan begitu masyarakat tidak dapat berfikir bebas mengenai hal-hal disekitarnya. Tokoh pada zaman ini diantarnya, Ibnu Sina (980-103) kedokteran. Al–Khawarizmi (825 M) menyusun buku aljabar, Ibnu Rush (1126-1198) menerjamahkan, Al–Idris (1100-1166) membuat 70 peta dari daerah yang dikenal masa itu, dan Jabir ibnu Hayyan dan Al–Biruni (362-442 H/ 973-1050 M) bidang kimia.
4. Zaman renaisane
Kebangkitan ilmu pengetahuan yang bebas dari dogma-dogma agama. Pada zaman ini peralihan kebudayaan pada abad pertengahan yang mulai berubah menjadi suatu kebudayaan modern. Manusia pada zaman ini merindukan pemikiran yang bebas. Pada zaman ini juga penemuan ilmu pengetahuan modern yang berkembang adalah bidang astronomi. Tokoh pada zaman ini diantaranya adalah Roger bacon (1214-1294) kaca pembesar, Coper nicus bidang astronomi, matematikawan, teori helionsentris, Johannes keppler bidang matematikawan, Galielie Galieleo (1564-1642) astronomi, teleskop dan Leonardo Da Vinci yang menemukan kapal selam.
5. Zaman modern
Ditandai dengan penemuan bidang ilmiah dimulai dari abad 15-17 M. banyak perkembangan ilmu pengetahuan pada masa ini telah dirintis dari zaman renaisane. Ilmuan atau tokoh pada zaman ini, Rene descrates menemukan sistem koordinat garis lurus X dan Y, Isaac newton menemukan teori gravitasi, kalkulus dan optikal, Carles darwin yang menciptakan teori evolusi manusia yang kontroversional karena teorinya bertentangan dengan dogma-dogma agama.
6. Zaman kotemporer
Berkembang sangat pesat, masing-masing ilmu membagi disiplin keilmuannya dan berbagai macam penemuannya. Setiap penemuan atau penciptaan sering terjadi sehingga melahirkan informasi atau ilmiah yang di produksi sangat cepat. Pada zamn ini semakin terspesialisasi ilmu pengetahuan. Tokoh pada zaman ini salah satunya adalah Albert Einstein: menyatakan alam itu tidak terbatas sangat luas, tidak berubah (bersifat statis) dari waktu ke waktu. Dia percaya bumi kekal abadi dan tidak percaya akan penciptaan alam.
Dari semua penjelasan diatas tentang sejarah perkembangan ilmu pengetahuan dari masa kemasa seperti zaman pra sejarah – zaman kotemporer. selanjutnya ilmu pengetahuan akan berkembang terus pastinya. Sehingga sampai sekarang banyak tokoh filsafat. Seperti Aguste Comte, francis bacon dll. Yang mungkin bisa dikaji secara lebih mendalam lagi dari berbagai sumber atau refrensi terkait sejarah perkembangan ilmu pengetahuan.
BAGAN SEJARAH ILMU PENGETAHUAN



Selasa, 04 April 2017

RESUME TENTANG MATERI KECERDASAN LINGUISTIK



Nama :Ainin Shofiyah
NIM    :140651100102/PAUD 6C
KECERDASAN LINGUISTIK
1.     Pengertian Kecerdasan Linguistik
Intelligence (kecerdasan) adalah kemampuan mental umum untuk belajar dan menerapkan pengetahuan dalam memanipulasi lingkungan, serta kemampuan untuk berpikir abstrak. Menurut May Lwin, kecerdasan linguistik adalah kemampuan untuk menyusun pikiran dengan jelas dan mampu menggunakannya secara kompeten melalui kata-kata, seperti bicara, membaca, dan menulis
2.     Ciri-ciri kecerdasan Linguistik diantaranya sebagai berikut,
·       Senang membaca semua bentuk bacaan;
  • Senang mencoret-coret dan menulis ketika mendengar atau berbicara;
  • Sering mengontak teman-teman melalui surat, email, atau mailing list (atau coretan-coretan kecil di atas secarik kertas bagi anak-anak);
  • Selalu memaparkan ide atau pendapat-pendapatnya di hadapan orang lain;
  • Sering menulis jurnal (catatan pengalaman);
  • Senang teka-teki atau kata-kata silang;
  • Sering menulis hanya sekadar mencari kesenangan (mampu menulis lebih baik dari anak-anak lain seusianya);
  • Menyukai permainan dengan kata seperti permainan kata;
  • Suka pada pelajaran bahasa termasuk bahasa daerah dan bahasa-bahasa asing;
  • Senang bergabung pada acara-acara debat, dialog, atau berbicara di hadapan publik;
3.     Ciri-ciri Anak Usia Dini yang Mempunyai Kecerdasan Linguistik Tinggi
LAHIR-1 TAHUN

1-2 TAHUN

2-3 TAHUN

1.   Merespon jika namanya dipanggil
2.   Berceloteh ataumengucapkan sepatah dua patah kata
1.   Mengenal suara orang terdekatnya
2.   Mampu menyebutkan nama benda.
3.   Mengerti perintah sederhana

1.    Mampu
Mengenal suara benda,binatang,orang lain.
2.    Mampu menyatakan dalam kalimat pendek
3.    Mampu mengajukan pertanyaansederhana.

3-4 TAHUN
4-5 TAHUN

5-6 TAHUN

1.    Mampu mengenali dan hampir bisa menirukan berbagai suara.
2.    Tertarik untuk dibacakan buku cerita
3.    Mampu mengenali nama benda dan fungsinya

1.   Mampu mengenal masing-masing bunyi huruf
2.   Senang belajar membaca
3.   Mampu diajak berdialog sederhana

1.   Mampu berbicara dengan lancar
2.   Mampu bertanya lebih banyak dan menjawab lebih kompleks.
3.   Mampu mengenal bilangan dan berhitung sederhana


4.     Strategi Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengembangkan Kecerdasan Linguitik Yang Dimiliki Oleh Anak
A.    Sumbang saran :
B.    Bercerita :
C.    Rekaman :
D.    Jurnal Penulisan :
E.     Penerbitan :

5.     Komponen Kecerdasan Linguistik
Mengutak atik dan menguasai) tata bahasa, sistem bunyi bahasa (fonologi), sistem makna bahasa (semantik), penggunaan bahasa dan aturan pemakaiannya (pragmatik). Kecerdasan linguistik verbal mencakup juga kemampuan ketrampilan bahasa, meliputi kemampuan menyimak (mendengarkan secara cermat dan kritis) informasi lisan, kemampuan membaca secara efektif, kemampuan berbicara, dan kemampuan menulis.
6.     Indikator Kecerdasan Linguistik-Verbal Anak Usia Dini
  1. Anak senang berkomunikasi denganorang lain, baik dengan teman sebaya maupun orang dewasa usia 2-6 tahun .
  2. Anak senang bercerita panjang lebar tentang pengalaman sehari-hari, apa yang di lihat dan di ketahui (3-6 tahun) .
  3. Anak mudah mengingat nama teman dan keluarga (usia 2-6 tahun), tempat atau hal-hal sepele yang pernah di dengar atau di ketahui, termasuk iklan (usia 3-6 tahun) .
  4. Anak suka membawa-bawa buku dan pura-pura membaca (2-4 tahun), suka buku dan cepat mengeja melebihi anak-anak seusianya (4-6 tahun).
 

Minggu, 25 Desember 2016

Manajemen Kurikulum PAUD



A.     Pengertian manajemen kurikulum PAUD
Secara etimologis kata manajemen berasal dari bahasa Perancis Kuno ménagement, yang berarti seni melaksanakan dan mengatur. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. “manajemen adalah proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran” (Depdikbud, 1988:357). Menurut Tim FKIP UMS (2002: 1): manajement berasal dari kata dalam bahasa Inggris to manage yang berarti mengurus, mengatur, melaksanakan, dan mengelola. Sedangkan secara istilah manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan oleh usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi serta pengggunaan daya lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Terry (2005: 1) memberi pengertian manajemen yaitu suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata. Hal tersebut meliputi pengetahuan tentang apa yang harus dilakukan, menetapkan cara bagaimana melakukannya, memahami bagaimana mereka harus melakukannya dan mengukur efektivitas dari usaha-usaha yang telah dilakukan. Dari pengertian yang dikemukakan oleh terry diatas, langkah awal atau yang pertama kali dilakukan oleh seorang manajer adalah Planning (perencanaan). Perencanaan adalah kegiatan yang berkaitan dengan usaha merumuskan suatu program yang didalamnya memuat sesuatu yang akan dilaksanakan, penentuan tujuan, kebijakan arah, prosedur dan tujuan yang harus ditempuh.
Kurikulum, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah ”perangkat mata pelajaran yang diajarkan pada lembaga pendidikan” (Depdiknas, 1988: 234). Sedangkan menurut Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (2006: 7), dinyatakan bahwa ”kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, mata pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Secara singkat menurut Nasution kurikulum adalah suatu rencana yang disusun untuk melancarkan proses belajar mengajar di bawah bimbingan dan tanggung jawab sekolah atau lembaga pendidikan beserta staf pengajarnya ( Nasution, 1989: 5). Sehingga kurikulum sangat penting dalam dunia pendidikan, kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan yang harus dicapai serta pengalaman belajar yang harus didapatkan oleh para peserta didik. Dengan demikian dalam merumuskan kurikulum harus memperhatikan beberapa faktor penting, misalnya faktor perkembangan dan psikologi peserta didik, lingkungan sekitar, serta teknologi di masing – masing jenjang pendidikan. Mengingat objek dalam pendidikan adalah manusia yang memiliki rasa serta pengetahuan teknologi yang terus mengalami kemajuan, maka tidak salah jika  rumusan kurikulum sebagaimana yang dikemukakan oleh para ahli pendidikan selalu menunjukkan kecenderungan untuk berubah.
Dengan demikian yang dimaksud dengan manajemen kurikulum adalah upaya untuk mengurus, mengatur, dan mengelola perangkat mata pelajaran yang akan diajarkan pada lembaga pendidikan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan. Manajemen dalam perencanaan kurikulum dapat diartikan sebagai keahlian atau kemampuan merencanakan dan mengorganisasi kurikulum. Siapa yang bertanggungjawab dan bagaimana perencanaan kurikulum itu dilaksanakan secara profesional merupakan dua hal yang perlu diungkapkan dalam perencanaan kurikulum.

Sabtu, 24 Desember 2016

makalah jenis-jenis media pembelajaran



MAKALAH
JENIS-JENIS, KARAKTERISTIK DAN PENGGUNAAN JENIS-JENIS MEDIA PEMBELAJARAN

Disusun oleh kelompok 6:
                       
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
2016
BAB I

PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Memasuki era global seperti sekarang ini peran ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan yang sangat signifikan terhadap berbagai dimensi kehidupan manusia, baik dalam ekonomi, sosial, budya maupun pendidikan. Oleh karena itu agar pendidikan tidak tertinggal dari perkembangan IPTEK tersebut perlu penyesuaian-penyesuaian, terutama sekali yang berkaiatan dengan faktor-faktor pengajaran disekolah. Salah satu faktor tersebut adalah media pembelajaran yang perlu dipelajari dan dikuasai guru/calon guru, sehingga mereka dapat menyampaikan materi pelajaran kepada para siswa secara baik berdaya guna dan berhasil guna.
Hasil penelitian telah memperlihatkan media telah menunjukkan keunggulanya membantu para guru dan staf pengajar dalam menyampaikan pesan pembelajaran serta lebih cepat dan lebih mudah ditangkap oleh para siswa. Media memiliki kekuatan-kekuatan yang positif dan sinergi yang mampu merubah sikap dan tingkah laku mereka kearah perubahan yang kreatif dan dinamis. Dalam hal itu peran media sangat dibutuhkan dalam pembelajaran dimana perkembangannya saat ini media bukan lagi dipandang sekedar alat bantu tetapi merupakan bagian yang penting dalam sistem pendidikan dan pembelajaran.

1.2    Rumusan Masalah
1.       Apa sajakah jenis-jenis media pembelajaran ?
2.       Bagaimanakah karakteristik media pembelajaran ?
3.       Bagaimanakah penggunaan setia jenis media pembelajaran ?

1.3 Tujuan
1.       Mengetahui jenis – jenis media pembelajaran
2.       Memahami karakteristik media pembelajaran
3.       Mengetahui dan memahami penggunaan setiap jenis media pembelajaran
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Jenis-Jenis Media Pembelajaran
Media pembelajaran banyak sekali jenis dan macamnya. Mulai dari yang paling sederhana dan murah sampai media yang paling canggih dan mahal harganya. Ada media yang dapat dibuat oleh guru sendiri dan ada media yang diproduksi pabrik. Ada media yang sudah tersedia di lingkungan yang langsung dapat kita manfaatkan, ada pula me­dia yang secara khusus sengaja dirancang untuk keperluan pembelajaran. Meskipun media banyak ragamnya, namun kenyataannya tidak banyak jenis media yang biasa digunakan oleh guru di sekolah.
Beberapa media yang paling akrab dan hampir semua sekolah memanfaatkan adalah media cetak (buku) dan papan tulis. Selain itu, banyak juga sekolah yang telah memanfaatkan jenis media lain seperti gambar, model, overhead projektor (OHP) dan obyek‑obyek nyata. Sedangkan media lain seperti kaset audio, video, VCD, slide (film bingkai), serta program pembelajaran komputer masih jarang digunakan meskipun sebenamya sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar guru. Meskipun demikian, sebagai seorang guru alangkah baiknya Anda mengenal beberapa jenis media pembelajaran tersebut. Hal ini dimaksudkan agar mendorong kita untuk mengadakan dan memanfaatkan media tersebut dalam kegiatan pembelajaran di kelas.
Ada berbagai cara dan sudut pandang untuk meng­golongkan jenis media. Rudy Bretz (1971), misalnya, mengidentifikasi jenis‑jenis media berdasarkan tiga unsur pokok, yaitu: suara, visual dan gerak. Berdasarkan tiga unsur tersebut, Bretz mengklasifikasikan media ke dalam delapan kelompok, yaitu: (1) media audio, (2) media cetak, (3) media visual diam, (4) media visual gerak, (5) media audio semi gerak, (6) media semi gerak, (7) media audio visual diam, serta (8) media audio visual gerak.
Anderson (1976) mengelompokkan media menjadi sepuluh golongan sebagai berikut:
No.
Golongan Media
Contoh dalam Pembelajaran
1.
 Audio
 Kaset audio, siaran radio, CID, telepon
2.
 Cetak
 Buku pelajaran, modul, brosur, leaflet, gambar
3.
 Audio cetak
 Kaset audio yang dilengkapi bahan tertulis
4.
 Proyeksi visual diam
 Overhead transparansi (OHT), film bingkai (slide)
5.
 Proyeksi audio visual diam
 Film bingkai (slide) bersuara.
6.
 Visual gerak
 Film bisu
7.
Audio visual gerak
Film gerak bersuara, video NCD, televisi
8.
Obyek fisik
Benda nyata, model, spesimen
9.
Manusia dan lingkungan
Guru, pustakawan, laboran
10.
Komputer
CAI (pembelajaran berbantuan komputer) dan CBI (pembelajaran berbasis komputer)

Sementara itu, Schramm (1985) menggolongkan media atas dasar kompleksnya suatu media. Atas dasar itu, Schramm membagi media menjadi dua golongan yaitu: media besar (media yang mahal dan kompleks) dan media kecil (media sederhana dan murah). Termasuk media besar misalnya: film, televise, dan video NCD, sedangkan yang termasuk media kecil misalnya: slide, audio, transparansi, dan teks. Selain itu Schramm juga membedakan media atas dasar jangkauannya, yaitu media masal (liputannya luas dan serentak), media kelompok (liputannya seluas ruangan tertentu), dan media individual (untuk perorangan). Termasuk media masal adalah radio dan televisi. Termasuk media kelompok adalah: kaset audio, video, OHP, dan slide. Sedangkan yang termasuk media individual adalah: buku teks, telepon, dan program komputer pembelajaran (CAI).
Sementara itu, dari sekian banyak jenis media yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran, Henich dkk (1996) membuat klasifikasi media yang lebih sederhana sebagai berikut: (1) media yang tidak diproyeksikan, (2) media yang diproyeksikan, (3) media audio, (4) media video, (5) media berbasis komputer, dan (6) multi media kit.
Dari beberapa pengelompokkan media tersebut, kita dapat melihat bahwa hingga kini belum ada suatu pengelompokkan media yang mencakup segala aspek, khususnya untuk keperluan pembelajaran. Pengelompokkan yang ada, dilakukan atas bermacam-­macam kepentingan. Masih ada pengelompokan yang dibuat oleh ahli lain. Namun apapun dasar yang digunakan dalam pengelompokan itu, tujuannya sama yaitu agar orang lebih mudah mempelajarinya.
Sebagai seorang guru, sebaiknya Anda mengikuti perkembangan teknologi khususnya yang berkaitan dengan media pembelajaran. Sehingga paling tidak kita dapat lebih mengenalnya. Beberapa jenis media tentu pernah Anda gunakan, beberapa jenis yang lain mungkin juga sudah Anda kenal meskipun belum pernah menggunakannya dalam pembelajaran. Jenis media mana yang akan kita gunakan, sangat tergantung pada kebutuhan dan kondisi yang ada di lapangan.

2.2 Karakteristik Media Pembelajaran
Setiap jenis media, mempunyai karakteristik (kekhasan) tertentu, yang berbeda‑beda satu sama lain. Berikut karakteristik media pembelajaran yang ssering di gunakan :
a.    Media yang tidak diproyeksikan
Kelompok media ini sering disebut sebagai media pameran (dis­played media). Jenis media yang tidak diproyeksikan antara lain; realia, model, dan grafis. Ketiga jenis media ini dapat dikategorikan sebagai media sederhana yang penyajiannya tidak memerlukan tenaga listrik. Walaupun demikian media ini sangat penting bagi siswa karena mampu menciptakan kegiatan pembelajaran menjadi lebih hidup dan lebih menarik.
(1). Media realia
 Media realia adalah benda nyata yang digunakan sebagai bahan atau sumber belajar. Pemanfaatan media realia tidak harus dihadirkan secara nyata dalam ruang kelas, melainkan dapat juga dengan cara mengajak siswa melihat langsung (observasi) benda nyata tersebut ke lokasinya. Realia dapat digunakan dalam kegiatan belajar dalam bentuk sebagaimana adanya, tidak perlu dimodifikasi, tidak ada pengubahan kecuali dipindahkan dari kondisi lingkungan aslinya. Ciri media realia yang asli adalah benda yang masih dalam keadaan utuh, dapat dioperasikan, hidup, dalam ukuran yang sebenarnya, dan dapat dikenali sebagai wujud aslinya. Media realia sangat bermanfaat terutama bagi siswa yang tidak memiliki pengalaman terhadap benda tertentu. Misalnya untuk mempelajari binatang langka, siswa diajak melihat badak yang ada di kebun binatang. Selain observasi dalam kondisi aslinya, penggunaan media realia juga dapat dimodifikasi. Modifikasi media realia bisa berupa: potongan benda (cutaways), benda contoh (specimen), dan pameran (exhibid).
Secara teori, penggunaan media realia ini banyak kelebihannya, misalnya dapat memberikan pengalaman nyata kepada siswa.
(b). Media model
 Media model diartikan sebagai benda tiruan dalam wujud tiga dimensi yang merupakan representasi atau pengganti dari benda yang sesungguhnya. Penggunaan model sebagai media dalam pembelajaran dimaksudkan untuk mengatasi kendala tertentu untuk pengadaan realia. Model suatu benda dapat dibuat dengan ukuran yang lebih besar, lebih kecil atau sama dengan benda sesungguhnya. Model juga bisa dibuat dalam wujud yang lengkap seperti aslinya, bisa juga lebih disederhanakan hanya menampilkan bagian/ciri yang penting. Contoh model adalah: candi borobudur, pesawat terbang atau tugu monas yang dibuat dalam bentuk mini.

(c). Media grafis
Media grafis tergolong jenis media visual yang menyalurkan pesan lewat simbol‑simbol visual. Grafis juga berfungsi untuk menarik perhatian, memperjelas sajian pelajaran, dan mengilustrasikan suatu fakta atau konsep yang mudah terlupakan jika hanya dijelaskan melalui penjelasan verbal saja. Banyak konsep yang justru lebih mudah dijelaskan melalui gambar daripada menggunakan kata kata verbal. Ingat ungkapan "Satu gambar berbicara seribu kata".
Semua media grafis, baik itu berupa gambar, sketsa bagan, grafik atau media visual yang lain harus dibuat dengan memperhatikan prinsip‑prinsip umum. Sebagai salah satu media visual, grafis harus diusahakan memenuhi ketentuan‑ketentuan agar menghasilkan visual yang komunikatif. Untuk lebih mudah diingat, ketentuan tersebut dinyatakan dalam akronim "VISUALS" (singkatan dari Visible, Interesting, Simple, Useful, Accurate, Ligitimate, dan Structured). Secara singkat prinsip umum pembuatan visual itu dapat dijelaskan sebagai berikut.
Visible berarti mudah dilihat oleh seluruh sasaran didik yang akan memanfaatkan media yang kita buat. Interesting artinya menarik, tidak monoton dan fidak membosankan. Simple artinya sederhana, singkat, dan tidak berlebihan. Usefulmaksudnya adalah visual yang ditampilkan harus dipilih yang benar-benar bermanfaat bagi sasaran didik. Jangan menayangkan tulisan terlalu banyak yang sebenamya kurang penting. Accurate artinya isinva harus benar dan tepat sasaran. Jika pesan yang dikemas dalam media visual salah, maka dampak buruknya akan sulit terhapus dari ingatan siswa. Legitimate adalah bahwa visual yang ditampilkan harus sesuatu yang sah dan masuk akal. Visual yang tidak logis atau tidak lazim akan dianggap janggal oleh anak. Structured maksudnya visual harus terstruktur atau tersusun dengan baik, sistematis, dan runtut sehingga mudah dipahami pesannya.
Media grafis banyak jenisnya, misalnya: gambar/foto, sketsa, bagan, diagram, grafik, poster, kartun dan sebagainya.
b.  Media yang diproyeksikan
(a). Transparansi OHP
Transparansi OHP visualnya diproyeksikan ke layar menggunakan proyektor. Media ini terdiri dari dua perangkat, yaitu perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware). Perangkat lunaknya berupa transparansi yang disebut OHT (overhead transparancy). Sedangkan perangkat lunaknya adalah OHP (overhead pro­jector). Beberapa kelebihan media transparansi OHP adalah:
• tidak memerlukan ruangan gelap, sehingga aktivitas belajar siswa dapat berjalan seperti biasa
•  praktis, dapat dipergunakan untuk semua ukuran kelas dan ruangan, dan bisa disajikan tanpa layar khusus (dapat langsung ke dinding kelas)
•  memberi kemungkinan siswa mencatat informasi yang ditayangkan
• bisa disajikan dengan berbagai variasi yang menarik sehingga tidak membosankan
•  transparansi dapat dicopy dan dibagikan kepada siswa sebagai hand out
•  dapat dipakai guru sebagai pointer (pokok‑pokok materi)
•  dapat dipakai berulang‑ulang
• visual yang disajikan jauh lebih menarik dibandingkan kalau hanya digambar di papan tulis
• guru dapat bertatap muka (tidak perlu membelakangi siswa) sambil menggunakan OHP
•    lebih bersih dan sehat jika dibandingkan dengan menggunakan kapur dan papan tulis
`Meskipun banyak kelebihannya media ini juga memiliki kelemahan yang perlu diperhatikan, yaitu:
•  tergantung pada adanya aliran listrik
• urutan penyajianya mudah kacau jika sebelumnya tidak dipersiapkan secara sistematis
•   untuk jenis OHP tertentu, tidak mudah dibawa kemana­-mana.
(b). Film Bingkai/slide
Film bingkai/slide adalah suatu film transparan yang umumnya berukuran 35 mm. Dalam satu paket program film bingkai berisi beberapa bingkai film yang terpisah satu sama lain. Sebagai suatu program, maka durasi (lama putar) film bingkai sangat bervariasi, tergantung jumlah bingkai filmnya. Waktu yang diperlukan untuk menayangkan setiap bingkai juga bervariasi. Film bingkai ada juga yang dilengkapi dengan paralatan audio, sehingga selain gambar, juga bisa menyajikan suara
c. Media Audio
Media audiotermasuk media yang sudah memasyarakat hingga ke pelosok pedesaan. Contoh dari media audio ini adlah kaset.Program kaset audio merupakan sumber yang cukup ekonomis karena biaya yang diperlukan untuk pengadaan dan perawatan cukup murah. Beberapa kelebihan program audio adalah:
• materi pelajaran yang sudah terekam tak akan berubah, jika diperlukan bisa digandakan  berkali‑kali sesuai jumlah yang dibutuhkan.
• untuk jumlah sasaran yang banyak, biaya produksi dan penggandaannya relatif murah
•  jika diperlukan, rekaman dapat dihapus dan kasetnya masih dapat dipergunakan
•   program kaset audio dapat menyajikan kegiatan, materi pelajaran dan sumber belajar yang berasal dari luar kelas/sekolah seperti: hasil wawancara, rekaman peristiwa, dan dokumentasi sehingga dapat memperkaya pengalaman belajar siswa.
`      Program audio sangat cocok untuk menyajikan materi pelajaran yang bersifat auditif, seperti pelajaran bahasa asing dan seni suara. Program audio mampu menciptakan suasana yang imajinatif dan membangkitkan sentuhan emosional bagi siswa di hati siswa.
 Adapun kelemahannya adalah:
•  daya jangkaunya terbatas, tidak bisa didengarkan secara masal (kecuali disiarkan melalui radio)
•   cenderung verbalistik karena semua informasi hanya disajikan melalui suara, sehingga sulit dipergunakan untuk menyajikan materi yang bersifat sangat teknis, praktek, dan eksak.
d.  Media video
Media video merupakan salah satu jenis media audio visual. Jenis media audio visual lain misalnya film. Sebagian besar fungsi film sudah bisa digantikan oleh media video. Biaya produksi dan perawatan video juga lebih murah. dibandingkan film. Pengoperasianyapun jauh lebih praktis. Sehingga tak heran bila media video lebih populer dan diminati dibandingkan media film. Oleh sebab itu saat ini media video telah banyak diproduksi untuk keperluan pembelajaran.
Pemanfaatan video dalam proses pembelajaran di sekolah bukan lagi sesuatu yang aneh. Saat ini banyak sekolah yang telah memiliki dan memanfaatkan program video pembelajaran di sekolah. Sebagai media audio visual, video dapat menampilkan suara, gambar, dan gerakan, sekaligus. Sehingga media ini efektif untuk menyajikan berbagai

2.3 Penggunaan Jenis-Jenis Media Pembelajaran
salah satu ciri media pembelajaran adalah mengandung dan membawa pesan atau informasi kepada penerima yaitu peserta didik. Sebagian media dapat mengolah pesan dan respon siswa sehingga media sering disebut media interaktif. Media digunakan untuk memenuhi kebutuhan belajar dan kemampuan siswa sehingga siswa dapat aktif berpartisipasi dalam proses belajar mengajar.
Berikut prinsip – prinsip penggunaan dan pengembangan media pembelajaran menurut Taksonomi lesin dan kawan – kawan (1992) yaitu
1. media berbasis manusia
Media berbasis manusia merupakan media tertua yang digunakan untuk mengirim dan mengomunikasikan pesan atau informasi. Media ini bermanfaat untuk mengubah sikap atau ingin secara langsung terlibat dengan pemantauan pembelajaran siswa. Misalnya, media manusia dapat mengarahkan dan mempengarui proses belajar melalui eksplorasi terbimbing dengan menganalisis dari waktu ke waktu apa yang terjadi pada lingkungan belajar.
Media berbasis manusia memiliki dua teknik yang efektif yaitu rancangan yang berpusat pada masalah dan bertanya ala socrates. Langkah – langkah rancangan jenis pembelajaran ini adalah
1. merumuskan masalah yang relefan
2.  mengidentifikasi pengetahuan dan ketrampilan yang terkait untuk memecahkan masalah.
3. mengajarkan bahwa pengetahuan itu penting.
4. menuntun siswaa untuk bereksplorasi.
5. mengembangkan masalah
6. memberikan masalah baru untuk dipecahkan siswa.
2 media berbasis cetakan
            Media berbasis cetakan yang paling umum dikenal adalah buku teks, jurnal, majalah, dan lembaran lepas. Teks berbasis cetakan menuntut enam elemen yang perlu diperhatikan pada saat merancang yaitu konsistensi, format, organisasi, daya tarik, ukuran huruf dan penggunaan spasi kosong.
            Pembelajaran berbasisi teks mulai popular pada tahun 1960 dengan istilah pembelajaran program(programed instruction) yang merupakan materi untuk belajar materi. Beberapa cara yang digunakan untuk menarik perhatian pada tehs adalah warna, huruf, dan kotak. Warna digunakan sebagai alat penuntun dan penarik perhatian kepada informasi yang penting, misalnya kata kunci dapat diberi tekanan dengan cetakan warna merah.
 3. Media berbasis visual
             Media berbasis visual (image) atau perumpamaan memegang peran yang sangat penting dalam proses belajar. Media visual dapat memperlancar pemahaman (misalnya melalui elaborasi struktur dan organisasi) dan memperkuat ingatan. Visual dapat pula menumbuhkan minat siswa dan dapat memberikan hubungan antara isis materi pelajaran dengan kuliah nyata.
            Ada beberapa prinsip umum yang perlu diketahui untuk penggunaan efektif media berbasis visual sebagai berikut.
1. Usahakan visual itu sesederhana mungkin dengan menggunakan gambar garis, karton, bagan, dan diagram.
2. Visual digunakan untuk menekankan informasi (sasaran yang terdapat teks) sehingga pembelajaran dapat terlaksana dengan baik.
3. Gunakan grafik untuk menggambarkan ikhtisar keseluruhan materi sebelum menyajikan unit demi unit pelajaran untuk digunakan oleh siswa mengorganisasikan informasi.
4. Ulangi sajian visual dan libatkan siswa untuk meningkatkan daya ingat.
5. Gunakan gambar untuk melukiskan perbedaan konsep-konsep.
6. Hindari visual yang tak berimbang.
7. Tekankan kejelasan dan ketepatan dalam semua visual.
8. Visual yang diproyeksikan harus dapat terbaca dan  mudah dibaca.
4. Media berbasis audio-visual
            Media visual yang menggabungkan penggunaan suara memerlukan pekerjaan tambahan untuk memperokdusinya. Salah satu pekerjaan penting yang diperlukan dalam media audio-visual adalah penulisan naskah dan stori board yang memerlukan persiapan yang banyak, rancangan dan penelitian.
            Naskah yang menjadi bahan narasi disaring dari isi pelajaran yang kemudian disintesis kedalam  apa yang ingin ditunjukkan dan dikatakan. Pada awal pelajaran media harus mempertunjukkan sesuatu yang dapat menarik perhatian semua siswa.
5. Media berbasis komputer
            Dewasa ini komputer memiliki fungsi yang berbeda-beda dalam bidang pendidikan dan latihan. Komputer berperan sebagai menejer dalam bidang pendidikan dan latihan. Komputer berperan sebagai meneger dalam proses pembelajaran yang dikenal dengan nama computer-managed intruction (CMI). Adapula peran komputer sebagai pembentu tambahan dalam belajar, pemanfaatannya meliputi penyajian informasi isi materi pelajaran, latihan, atau kedua-duanya.
           






BAB III
PENUTUP

A.  Simpulan
Media pembelajaran merupakan media penyampai informsi atau pesan yang digunakan untuk memperjelas suatu materi yang akan di sampaikan. Jenis- jenis media pembelajaran di  kelompokkan berdasarkan tiga unsur pokok, yaitu: suara, visual dan gerak. Berdasarkan tiga unsur tersebut, Bretz mengklasifikasikan media ke dalam delapan kelompok, yaitu: (1) media audio, (2) media cetak, (3) media visual diam, (4) media visual gerak, (5) media audio semi gerak, (6) media semi gerak, (7) media audio visual diam, serta (8) media audio visual gerak.
Karakteristik media pembelajaran juga berbeda- beda tergantung dari jenis media. Antara media cetak, media audio, media visual memiliki karakteristik yang unik dan memiliki kelemahan dan keuntungan masing-masing.

B.  Saran
Kami menyadari dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Maka, kami menginginkan kritikan dan saran yang membangun sebagai perbaikan di masa yang akan datang.